10 Lagu Yang (Pernah & Sedang) Menemani Saya Menghabiskan Malam… Sendirian…

Seramai atau seheboh apapun kehidupan kalian, pasti ada akan ada saatnya dimana kalian benar-benar sendirian, baik disengaja maupun tidak. Setelah seharian bergumul dengan pekerjaan atau tugas kuliah, berkumpul dan bercengkerama dengan para sahabat, tertawa bersama, mengeryitkan dahi, membasuh peluh di dahi, niscaya akan tiba saatnya dimana kalian akan duduk sendiri di dalam kamar, di teras, di balkon, ditemani secangkir minuman hangat atau bahkan selinting tembakau yang tersulut perlahan. Dan tak ada waktu yang lebih baik untuk menjadi sendiri dan menyendiri selain di tengah malam, ketika yang lain sudah tertidur lelap atau bahkan saling berpelukan yang mungkin hanya akan bertahan hingga saatnya sang fajar menjelang. Dan saat itulah kalian bisa meluangkan sedikit waktu kalian untuk melanjutkan bacaan favorit, menonton film, browsing random, menulis, atau bahkan sekedar menciptakan coretan-coretan kecil di corelDraw. Setidaknya itulah yang saya lakukan ketika saya sendirian ditengah riuh rendahnya keheningan malam. Mungkin ritual kalian agak sedikit berbeda, namun saya yakin kita punya satu kesamaan. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan untuk dijadikan sahabat dikala menyendiri selain lagu-lagu yang diset sedemikian rupa di playlist pemutar musik digital (kecuali ketika sedang menonton film tentu saja). Maka kali ini saya ingin sedikit ingin berbagi cerita tentang playlist andalan saya ketika sedang menikmati kesendirian di tengah malam menuju dini hari. Mungkin masih banyak lagu lain yang pernah saya masukan ke dalam playlist tengah malam saya, namun pada kesempatan kali ini akan saya pilihkan sepuluh tembang yang paling sering saya masukkan ke dalam playlist tengah malam selama 5 tahun belakangan. List ini saya susun tidak berdasarkan urutan kualitas, jadi satu lagu tidak berarti lebih baik ketimbang lagu yang lain. Ada kenangan disana, ada guratan sentimental, ada percikan ide dan mungkin ada cerita yang saya lupakan dan terlupakan. Mari kita mulai saja…

1. Air – Highschool Lover (Original Score. The Virgin Suicide)

Lagu ini diambil dari album score film The Virgin Suicide, album yang disusun secara terpisah dari album Original Motion Picture Soundtrack-nya. Menggunakan piano sebagai instrumen utama dengan nada-nada yang cukup mudah diingat pada lini melodi. Secara garis besar lagu ini bernuansa agak sedikit murung dan kemungkinan besar akan sedikit memicu timbulnya ‘kesedihan yang entah karena apa’ pada rongga dada sebelah kiri. Sudahlah, dinikmati saja. Atau abaikan sekalian.

2. Trent Reznor/Atticus Ross – Hand Covers Bruise (Original Score. The Social Network)

Lagi-lagi lagu yang diambil dari album score sebuah film. Kali ini diambil dari film The Social Network. Lagu ini mengiringi bergulirnya opening credit title pada film tersebut yang menggambarkan adegan dimana Zuckerberg muda sedang dalam perjalanan pulang menuju asrama. Lagu yang cukup tenang dan dingin, namun sedikit ‘mengganggu’, terutama pada bagian distorsi yang ditampilkan dengan sangat lembut. Dalam kesendirian, seseorang bisa saja terlihat begitu tenang namun kita tidak akan pernah tahu distorsi apa yang sedang menggelitik di dalam benak orang tersebut.

3. The Morning After – Everyday Starts At Midnight

Kali ini saya pilihkan tembang dari negeri sendiri. Dari judulnya saja sudah sangat kelihatan jika lagu ini memang didedikasikan kepada mereka yang terlalu suka menyendiri dalam heningnya malam. Petikan gitar akustik yang malas berbalut dengan vokal nyaris lirih resmi membaptis lagu ini menjadi salah satu lagu wajib yang harus saya masukan ke playlist tengah malam saya. “You seem so tired…you seem so quiet…”

4. Zeke & the Popo – Subtext

Berikutnya adalah tembang dari Zeke & The Popo yang juga bernuansa cukup malas dan muram. Vokal Zeke yang nyaris bergumam semakin menambah kekentalan unsur suram lagu ini belum lagi ditambah dengan efek suara hollow di beberapa bagian lagu. Tapi pada bagian akhir, kalian akan menemukan solo gitar berdistorsi yang cukup menghentak dan kotor yang seakan-akan menjadi puncak kepenatan yang dibangun sejak dari bagian awal lagu. Jangan beranjak dulu. Malam masih panjang. Kita masih harus menikmati kesendirian ini. Harus…

5. Copeland – Kite

Yang saya suka dari lagu ini adalah pemilihan sound serta nada piano yang cukup vintage plus akordeon yang kemudian ditimpali dengan efek suara gulungan reel film. Sangat klasik. Keklasikan yang sama ditemukan pada lini vokal yang menggunakan efek reverb. Kesan tua yang ingin ditampilkan cukup berhasil. Sedikit getir. Tinggal dimasukkan ke dalam sebuah cangkir dan diseduh air panas. Aduk secukupnya dan hirup dengan perlahan.

6. Jimmy Gnecco – Light On the Grave

Gitar akustik dan vocal berbisik. Yang kemudian sedikit mengerang di bagian akhir. Berharap kesendirian ini tak pernah berakhir. “Stay with me tonight…”

7.  Mew – Comforting Sounds

Satu dari sekian banyak lagu yang menurut saya sangat berhasil membangun kerangka megah dari bagian awal hingga akhir lagu. Muncul dengan suara sayup-sayup dan diakhiri dengan gelegar yang anehnya sangat menenangkan. Kesendirian itu konstan, dibangun perlahan, sedikit demi sedikit. Hingga riuh di bagian akhirnya tidak lagi terlalu terasa.

8. Blur – No Distance Left to Run

Sound gitar malas ala Coxon berpadu dengan vokal hopeless-nya Albarn. Salah satu lagu yang hampir selalu masuk ke dalam playlist tengah malam saya sejak bertahun-tahun yang lalu. Ada kekuatan mistis tersendiri di bagian chorus yang ditimpali dengan denting keyboard one note yang konstan. Belum lagi ketika akhirnya Albarn berteriak tertahan di bagian penghujung lagu. Iya. Tahan teriakan itu. Ini tengah malam. Jangan sampai membangunkan orang lain dari mimpi indah mereka. Biarkan mereka terlelap.

9. Sundae Sunday – I Hate This Town

Diambil dari album kompilasi Day to Embrace, sebuah kompilasi indiepop Indonesia. Lagu yang cukup melatih kesabaran dengan tempo yang lumayan lambat. Aksen gitar yang cukup rapi terselip pada beberapa bagian lagu, menarik untuk diikuti. Membalut lirik yang mungkin akan merangkum keseharian kalian dengan cara yang cukup jitu. Lagi-lagi sebuah lagu yang cukup ‘mengamuk’ pada bagian akhir yang kemudian berhasil ‘ditenangkan’ dengan sebuah pertanyaan. “Is this the way that we have to live?”

10. Payung Teduh – Resah

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan dari lagu yang satu ini selain lagu ini memang memiliki kompetensi yang sangat besar dan layak untuk duduk di dalam playlist tengah malam saya, seperti yang mungkin bakal diamini oleh banyak jiwa-jiwa resah diluar sana. Jika kalian tanpa sadar ikut menyenandungkan rangkaian lirik lagu ini, jangan khawatir, kalian masih normal. Bersyukurlah.

Honorable mention:

  • Thrice – Digging My Own Grave
  • The Ataris – Butterfly
  • Kings Of Convenience – Surprise Ice
  • Nine Inch Nails – Right Where It Belongs
  • Tigapagi – Sorrow Sound
  • Riz Ortolani (feat. Katyna Ranieri) – Oh My Love
  • The Smashing Pumpkins – Landslide
  • Massive Attack – Teardrop
  • Sonic Youth – Superstar
  • Sore – Apatis Ria

Demikianlah beberapa lagu yang cukup sering menemani saya ketika sedang menikmati waktu-waktu hening diatas jam duabelas malam. Sebagai pelengkap, saya telah menyusun semacam mixtape yang berisi keduapuluh lagu diatas, plus empat track trivia. Jika berkenan, kalian bisa mengunduhnya di sini.

See you at the next sign…

P.S.: Tulisan asli dimuat di notes Facebook saya circa Januari, 2013.

Tagged , ,

4 thoughts on “10 Lagu Yang (Pernah & Sedang) Menemani Saya Menghabiskan Malam… Sendirian…

  1. Dari 10 lagu di atas yg tau cuma Zeke & the Popo, Mew, dan Payung Teduh.
    Dua yg terakhir yg paling ampuh membunuh malam saya juga. :D

  2. Terima kasih, saya unduh lagunya.

  3. vetamandra says:

    aku ora ono sik ngerti lagune, ora ono ambeyene iki

  4. phLo says:

    Well, numpang download.. thx buat fasilitas ngademnya :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

AGRARIA

kultura

perfectelle

Any painkiller has side effects. Use with cautions.

lux.

hello, this is svetlana speaking.

WHEN EARS AND EYES COLLABS

Draco dormiens nunquam titillandus

Kopi Manis Tanpa Gula

sepahit apapun itu, selalu ada manis di sana.

Opera Aksara

Kata adalah pengendali realita

Warung Masjaki

Buka 24 Jam Kecuali Pas Tutup

Wasted Rockers

preserving underground music to get it sold out

Champion Of Delay

the pains of being black at heart

Jumping Journey

my agenda my idea

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: