Tulisan Pertama Ini Seharusnya Berjudul “Perkenalan”

Akhirnya saya kembali membuat blog, setelah blog terakhir saya (yang mana merupakan ‘blog kolaborasi’ dengan ‘seseorang yang tidak bisa disebutkan namanya’) lagi-lagi terbengkalai dan tidak jelas nasibnya. Blog yang sedang anda baca saat ini adalah blog terbaru saya sekaligus blog ke-5 sepanjang karir saya sebagai makhluk hidup. Jujur saja, saya kurang pandai memperkenalkan diri saya maupun memperkenalkan blog yang sedang saya tulis. Jadi, untuk lebih mudahnya, saya akan melakukan hal ini melalui metode semacam ‘FAQ’ atau boleh juga disebut sebagai ‘faux interview‘. Selamat membaca…

Q: Hai Don… (this is not even a question! well, whatever…)

A: Hai…

Q: Apa kabar nih? Gimana hari ini? Ada yang menarik?

A: Baik. Hehehe… Hari ini? Biasa. Biasa aja. Flat. Kayak biasanya. Hehehe…

Q: Hahaha. Oke. Baiklah. Langsung aja ya.

A: Oke.

Q: Kita dapet banyak banget pertanyaan dari fans kamu nih. Oke, pertanyaan pertama. Ibukota Peru adalah?

A: Lima?

Q: Yup! Betul sekali. Oke, pertanyaan selanjutnya. Ceritain sedikit dong tentang kamu. Sukanya apa. Golongan darah. Terakhir makan kapan.

A: Wah, mulai serius nih. Tapi bentar, kamu mau kopi nggak?

Q: Boleh. Pertanyaannya dijawab sambil bikin kopi bolek kok, Don.

A: Baiklah. Nama saya Dony Iswara. Panggil saja Dony. Gula?

Q: Dikit aja.

A: Saya suka musik, film, good design, ide, sedikit nulis, sedikit baca, a little bit of this and that…Yah, hampir sama deh seperti orang kebanyakan. Nggak banyak yang bisa diceritain tentang saya. Lagipula, katanya nggak baik terlalu mengekspos informasi pribadi di internet.

Q: Fair enough…Tentang blog ini, ada yang mau diceritain, nggak?

A: Uhmmm…Ini blog ke-5 saya, mudah-mudahan sih jadi yang terakhir dan mudah-mudahan berumur lebih panjang ketimbang blog-blog sebelumnya. Ini kopinya.

Q: Oh, thanks… Apa yang jadi pemicu kamu mutusin buat bikin blog lagi?

A: Apa ya? Stagnansi mungkin? Kehidupan saya akhir-akhir ini agak terlalu datar. Saya butuh semacam ‘pelarian’. Dan tidak ada pelarian yang lebih baik selain melakukan sesuatu yang kamu suka. Jadi saya memutuskan buat bikin blog lagi. Nggak ada alasan khusus sih sebenernya.

Q: Jadi kamu suka nulis?

A: Lumayan.

Q: Apa kamu bikin blog biar tulisanmu bisa dibaca orang lain?

A: Nah! Ini pertanyaan yang lumayan ‘tricky‘.  Kemarin di akun twitter saya, si @prettymuchfifi me-reply tweet saya. Reply-an itu bunyinya seperti ini: “mutusin mulai blogging itu mudah. Ask urself: will u still blog even if nobody’s reading? If the answer’s no then don’t bother.” Tentu saja saya bikin blog biar tulisan saya dibaca orang. Pertanyaannya adalah, seperti yang Fifi bilang, apa saya bakal tetep nulis kalopun nggak ada orang yang baca tulisan saya?

Q: Jawabannya?

A: Tentu saja! Saya tetap menulis selama ini walaupun saya nggak punya blog. Sebagian saya publish di akun sosmed saya biar bisa dibaca orang dan sebagian lagi saya biarkan mengendap di hardisk eksternal saya. Masalah bakal ada yang baca atau nggak, itu buat saya sih semacam bonus aja. Saya menulis buat saya sendiri. Kalo ada yang mau baca, ya silahkan. Nggak juga nggak apa-apa. Mengenai blog saya terdahulu…

Q: Ya, mengenai iitu. Gimana tuh?

A: Alasan saya berhenti blogging bukan karena saya ‘merasa kecewa’ atau karena saya ‘merasa tidak ada yang membaca tulisan saya’, tapi lebih ke ‘ternyata blogging kemudian menjadi suatu rutinitas yang tidak lagi menyenangkan dan mengkonsumsi kenikmatan saya dalam menulis’ serta ‘akhirnya saya tidak punya sesuatu lagi untuk ditulis di blog’. Keadaan seperti inilah yang sebenarnya jadi penyebab utama terlantarnya blog-blog saya terdahulu. Lebih ke faktor personal sih sebenernya. Saya kurang bisa berkomitmen dengan blog-blog yang sedang saya tulis waktu itu. Tapi mudah-mudahan blog yang sekarang bisa jadi sesuatu yang beda. ‘The force is strong with this one’ gitu deh…

Q: Oke! Terus terang saya gak ngerti apa yang sedang kamu omongin. But what the hellPreaching Mantis. ada yang mau diceritakan tentang nama ini?

A: Blog pertama saya dulu, circa 2002, bernama Belalang Sembah Jantan. Saya sedikit terobsesi dengan hewan ini karena aktivitas seksualnya sungguh mengagumkan. Jadi ketika saya memutuskan untuk membuat blog lagi saat ini, tadinya mau saya namakan Belalang Sembah Jantan. Tapi kemudian saya mendapat ide yang lebih baik. Belalang Sembah itu bahasa Inggris-nya kan Praying Mantis. Praying-nya kemudian saya ganti dengan Preaching yang mana menurut Google Translate artinya adalah ‘berkhotbah’ dalam bahasa Indonesia. I think it’s cool! Melalui blog ini saya akan membuat anda mengantuk dengan ‘khotbah-khotbah’ saya. Hahaha…

Q: Mengantuk?

A: Ya! Bukankah itu esensi dari sebuah ‘khotbah’? Membuat anda mengantuk?

Q: Entahlah. Sebaiknya kita lanjutkan saja ke pertanyaan berikutnya karena…

A: Ya. Baiklah…

Q: Mengenai tagline-nya?

A: Itu potongan lirik Plume-nya The Smashing Pumpkins.

Q: Oke… Mengenai theme yang kamu gunakan…

A: Chunk.

Q: Ya. Chunk. Ada cerita khusus?

A: Sebenernya nggak ada sih. Ini theme yang gratis. Saya menginginkan tema yang simple buat blog ini, seperti blog-blog saya terdahulu. Dan ini adalah tema yang cukup simple. Tadinya saya mau milih tema dalam warna hitam, seperti blog-blog saya sebelumnya. Tapi saya urungkan karena hitam mungkin terlalu ‘bitter‘. Warna Chunk lebih ‘soft’, lebih ‘nyaman’. Saya orangnya cukup visual, jadi elemen visual itu cukup penting buat saya. tema yang simple itu  menggambarkan sesuatu yang ‘emotionless‘, sesuatu yang ‘tanpa perasaan’. Blog ini adalah kedua hal itu, sesuatu yang tidak memiliki perasaan tapi sekaligus bisa memberikan rasa nyaman.

Q: Whatever… Apa yang bakal jadi isi blog ini?

A: Sebagian besar tulisan. Mungkin pada beberapa tulisan saya akan menyertakan file gambar atau foto tapi hanya sebagai pelengkap tulisan yang dimaksud.

Q: Tidak ada video atau posting-an berupa file audio?

A: Tidak. Saya tidak merasa perlu membuat posting-an berupa video atau file audio. Sudah ada media tersendiri untuk kedua hal itu.

Q: Baiklah. Pertanyaan terakhir. Apakah Simon dan Giselle bakal muncul di blog ini?

A: HAHAHAHA! We’ll see, dear… We’ll see…

Q: Oke. Faux interview yang cukup menarik. Meskipun…

A: Well…

Q: Yah… Lumayanlah…

A: Mungkin kita bisa melakukannya lagi lain kali.

Q: Mungkin… Whatever

A: Thank you

Q: Yeah. Never mind

A: Bisa kuambilkan sesuatu?

Q: Ya. Aspirin…

Jadi demikianlah ‘faux interview‘ kali ini. Mungkin ke depannya tulisan seperti ini akan kembali muncul di blog yang sedang anda baca saat ini. Seperti halnya memulai sesuatu, saya juga buruk dalam mengakhiri sesuatu. Well… See you at the next sign.

Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Perkedel Terbang

lihat perkedel saya nggak?

AGRARIA

Mesin kami terus berputar, namun tidak berdampak apa-apa.

perfectelle

Any painkiller has side effects. Use with cautions.

lux.

hello, this is svetlana speaking.

TIAN DAILY

when ears and eyes collabs

Kopi Manis Tanpa Gula

sepahit apapun itu, selalu ada manis di sana.

Opera Aksara

Kata adalah pengendali realita

Warung Masjaki

Buka 24 Jam Kecuali Pas Tutup

WASTED ROCKERS

Preserving Underground Music To Get It Sold Out

Champion Of Delay

the pains of being black at heart

Jumping Journey

my agenda my idea

%d bloggers like this: