The End Is Near – Some Kind of Mixtape Vol. 02

Seperti biasanya, menjelang bulan suci Ramadan, pikiran saya selalu dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan filosofis seperti, ‘Untuk apa manusia hidup?’, ‘Akan kemanakah kita setelah mati?’, ‘Apakah kau di sana, Tuhan? Ini saya, Dony.’, bahkan hingga ‘Nanti berbuka pake apa, ya?’. Ya, seperti itulah kira-kira. Daripada kepala saya semakin banyak dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang seakan tak memiliki akhir, maka pada hari pertama puasa di Ramadan tahun ini saya memutuskan untuk menyusun sebuah mixtape bertema ‘religi’. Sebenarnya, mungkin agak kurang tepat jika mixtape ini saya klaim sebagai mixtape dengan tema ‘religi’. Secara garis besar, keduapuluh lagu yang ada di mixtape ini memang berbicara mengenai ‘tuhan’ atau seputar ‘keyakinan’. Namun beberapa lagu juga berbicara mengenai ‘pencarian jawaban’ atau ‘spritualisme’ (yang entah apa itu artinya. Saya sekedar menuliskan saja), atau hal-hal yang berbau (iya. Benar sekali. Bau) ‘eksistensi manusia’. Oke, saya rasa tidak perlu lagi basa-basi busuk yang nonsense ini. Jadi demikianlah. Ada dua puluh lagu yang saya rangkum dalam mixtape yang kali ini saya beri judul The End Is Near. Mungkin mixtape ini bisa menemani ibadah puasa saya dan kalian semua. Mungkin juga tidak. Who knows? Isinya? Ada Deerhoof yang mencoba menggambarkan ‘apa yang akan dikatakan tuhan ketika beliau sedang berbicara’. Ada The Chemical Brothers yang menganjurkan anda untuk ‘percaya pada sesuatu’. Ada Rock Kills Kid dan Lifehouse yang sama-sama bercerita tentang ‘langit yang runtuh’. Ada Idiot Pilot yang melihat ‘seberkas cahaya di ujung terowongan’. Ada Milisi Kecoa yang berteriak bahwa ‘Indonesia bukanlah Arab’. Ada Protest The Hero yang menyatakan bahwa ‘dewi mereka melahirkan tuhan kita’. Ada Queens Of The Stone Age yang menyiratkan bahwa ‘tidak ada seorangpun yang tahu’. Ada Panic! At The Disco yang mengajak ‘membangun tuhan sebelum berbicara’. Ada Oasis yang ingin ‘hidup selamanya’. Ada George Michael yang mengajak kita untuk ‘berdoa’. Ada Efek Rumah Kaca yang menggambarkan ‘situasi yang terjadi pada hari akhir’. Ada The Whitest Boy Alive yang mengajak untuk ‘jangan menyerah’. Ada Mates Of States yang membuka renungan akan ‘kehidupan akhir-akhir ini’. Ada U2 yang berkhayal tentang ‘malaikat yang dikirimkan tuhan’. Ada A Perfect Circle yang berceloteh tentang ‘dunia tanpa agama’. Ada How To Destroy Angels yang ‘tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri’. Ada Bruce Lash yang baru saja ‘menemukan tuhan setelah menyalakan lilin dalam kebingungan’. Ada Baroness yang ingin ‘kembali kemana mereka berasal’. Dan terakhir, ada Mark Ronson yang menceritakan tentang ‘senyuman yang diletakkan tuhan di wajah kalian’. Kira-kira begitulah gambaran saya, persepsi saya, versi saya tentang sesuatu yang ‘religius’. Mungkin berbeda dengan versi kalian. Tapi ya sudahlah, saya tidak melakukan ini dengan serius dan tidak terlalu tendensius. Mixtape tersebut dapat kalian unduh di sini. Akhir kata saya ucapkan, selamat berpuasa bagi yang menjalankannya, selamat percaya terhadap apapun yang kalian percaya, dan semoga kita semua selamat sampai di tujuan (yang mungkin lebih dekat dibandingkan apa yang kita perkirakan).

See you at the next sign…

Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Perkedel Terbang

lihat perkedel saya nggak?

AGRARIA

Mesin kami terus berputar, namun tidak berdampak apa-apa.

perfectelle

Any painkiller has side effects. Use with cautions.

lux.

hello, this is svetlana speaking.

TIAN DAILY

when ears and eyes collabs

Kopi Manis Tanpa Gula

sepahit apapun itu, selalu ada manis di sana.

Opera Aksara

Kata adalah pengendali realita

Warung Masjaki

Buka 24 Jam Kecuali Pas Tutup

WASTED ROCKERS

Preserving Underground Music To Get It Sold Out

Champion Of Delay

the pains of being black at heart

Jumping Journey

my agenda my idea

%d bloggers like this: