Mixtape for a Friend – Some Kind of Mixtape Vol. 04

cover01

Hai. Halo. Langsung saja. Jadi kali ini saya kembali menyusun mixtape. Alasan saya membuat mixtape kali ini bisa dibilang cukup sentimental. Izinkan saya bercerita sedikit tentang seorang teman bernama Ario, atau yang lebih akrab disapa Oreo.

Sekitar tahun 2004-an, saya yang waktu itu kebetulan masih menetap di Jogja, memutuskan untuk melamar pekerjaan sebagai CS (Customer Service) di sebuah rental DVD/Game/Software bernama T-Box yang berlokasi di seputaran Jalan Taman Siswa. Waktu itu saya mengantar sendiri surat lamaran plus CV yang terbungkus rapi dalam amplop coklat ukuran A4 ke T-Box. Yang menerima kedatangan saya waktu itu adalah seorang pemuda tinggi, cungkring, mengenakan kaos dan skinny jeans berwarna hitam. Karena saya aslinya adalah seorang pemuda yang lumayan canggung di kehidupan nyata, kami tidak sempat berbincang-bincang lama waktu itu. Saya hanya menyerahkan amplop besar tersebut kepada si pemuda tinggi, berbasa basi sejenak, lalu pamit. Beberapa hari kemudian saya mendapatkan telepon yang mengabarkan bahwa saya akan dipanggil untuk wawancara di T-Box. Esok harinya saya berangkat dan bertemu lagi dengan si pemuda tinggi tersebut. Selesai wawancara saya langsung dinyatakan diterima dan bisa mulai masuk bekerja keesokan harinya.

Singkat kata, setelah beberapa hari bergabung dengan teman-teman di T-Box, saya mengetahui bahwa pemuda tinggi cungkring itu bernama Ario. Anak-anak di T-Box lebih sering menyapanya dengan sebuatan Oreo. Saya cukup sering mendapat tugas jaga rental dan kebetulan berpasangan dengan Oreo. Lebih singkat kata lagi, Oreo akhirnya menjadi salah satu teman terdekat saya selama saya menjalani kehidupan saya di Jogja, terutama di T-Box.

Jadi, ada beberapa hal menarik yang saya ingat tentang Oreo, selain fisiknya yang memang sangat mudah untuk dikenali meski dari jarak yang cukup jauh sekalipun. Hal pertama yang saya ingat tentang Oreo adalah dia orangnya baik. Mungkin terkadang terlalu baik. Sangat jarang saya melihat Oreo marah, bahkan ketika harus berhadapan dengan pengunjung rental yang agak sedikit ‘keterlaluan’. Tingkat kesabarannya tinggi, setinggi badannya. Oreo itu juga karakternya kadang agak komikal. Imajinasinya kadang terlalu ‘liar’, in a good way. Ketika melihat suatu kejadian, terkadang Oreo langsung menciptakan skenario sendiri, campuran antara lucu, garing, dan sedikit ‘apa sih?!’. Yah, begitulah…

Hal kedua yang saya ingat tentang Oreo adalah selera musiknya. Di antara teman-teman yang bekerja di T-Box, mungkin tingkat kecocokan selera musik saya yang paling tinggi ya sama si Oreo itu. Mungkin wajar, mengingat ‘profesi’nya sebagai (((anak band))). Yup, Oreo adalah gitaris dari band emo/post hardcore bernama No It All. Meski berkecimpung dalam aliran post hardcore, selera musik Oreo boleh dibilang cukup luas di mata saya yang orang awam ini. Jadi, ceritanya, waktu itu di T-Box anak-anak sering membakar CD kompilasi sendiri yang akan diputar ketika tugas jaga. CD kompilasi yang disusun Oreo cukup variatif isinya mulai dari Lisa Ekhdal sampai band-band pop punk, indie rock, post hardcore, dan groove metal yang memang (mungkin) sedang hangat-hangatnya dan menjadi trend saat itu. Ujung-ujungnya, saya ikut termotivasi untuk membuat CD kompilasi saya sendiri. Nyaris seperti ‘berlomba-lomba’ begitu dengan Oreo. Nah, ketika akhirnya komputer di T-Box bisa digunakan untuk memutar file musik, ‘tradisi’ membakar CD kompilasi itupun berakhir dan berganti dengan ‘tradisi’ baru, berburu file musik di warnet-warnet terdekat. Dari Oreo, saya banyak berkenalan dengan band-band yang mungkin tidak saya kenal sebelumnya, terutama untuk genre indie rock dan post hardcore. Oreo juga lumayan tertarik dengan lagu-lagu cover, terutama jika lagu cover tersebut jauh berbeda dengan versi aslinya. Oya, ada satu istilah menarik yang dilontarkan Oreo sewaktu kami menjalani tugas jaga rental berdua. Istilah tersebut adalah ‘lagu tipuan’. Istilah ini digunakan untuk mengambarkan lagu-lagu yang part awalnya berbeda drastis dengan part tengah atau akhir atau bisa juga digunakan untuk mendeskripsikan lagu-lagu yang menganut paham ‘mixed genre’. Kira-kira demikian.

Oreo juga lumayan jago mengambar, walau hanya berupa sket-sket komik di buku rekapan rental. Selera humornya cukup baik. Dia lucu. Terkadang dalam bentuk lucu yang cukup ‘aneh’. Dan dia royal. Terkadang sangat royal. Oya, Oreo juga cukup menggemari membuat komposisi musik dengan mengunakan software FL Studio. Kebanyakan komposisinya adalah lagu instrumental yang juga berpredikat sebagai lagu cover. Salah satu karyanya ikut saya masukkan ke dalam mixtape kali ini. ‘Nama panggung’ Oreo sebagai musisi FL Studio adalah Mouse and Keyboard. Oreo juga lumayan sering bermain PC game dan PS. Dia juga cukup tertarik dengan perkembangan gadget. Oh, fashion. Selera berbusananya cukup bagus. Dia juga cukup suka menonton film. Dan…

Oreo baru saja meninggal dunia tanggal 23 Maret yang lalu.

Jadi, ya, itulah alasan saya membuat mixtape kali ini. Untuk mengenang seorang teman yang telah lebih dahulu pergi. Saya tidak punya banyak teman selama saya tinggal di Jogja, mungkin karena karakter saya yang memang agak ‘sulit’. Namun jika saya ditanya siapa saja teman-teman dekat saya selama di Jogja, saya pasti akan menjawab bahwa salah satunya adalah Oreo. Ya. Mixtape ini buat kamu, Yo. Semua lagu-lagu yang pernah kita dengarkan bersama selama menjalani tugas jaga rental. Lagu-lagu yang sering kamu putar. Sengaja saya pilihkan 31 lagu karena pada usia 31 tahun itulah kamu memulai perjalanan barumu. Terimakasih telah menjadi teman dan lebih dari sekedar teman buat saya. Semoga kamu baik-baik saja di sana.

Anyway. Sebelum saya menjadi terlalu bersedu sedan, baiknya saya akhiri tulisan pengantar yang cukup panjang ini. Selamat mengunduh dan mendengarkan mixtape kali ini. Kalian bisa mengunduhnya di sini.

cover02

1538757_797709976923612_846024749_n

Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Perkedel Terbang

lihat perkedel saya nggak?

AGRARIA

Mesin kami terus berputar, namun tidak berdampak apa-apa.

perfectelle

Any painkiller has side effects. Use with cautions.

lux.

hello, this is svetlana speaking.

TIAN DAILY

when ears and eyes collabs

Kopi Manis Tanpa Gula

sepahit apapun itu, selalu ada manis di sana.

Opera Aksara

Kata adalah pengendali realita

Warung Masjaki

Buka 24 Jam Kecuali Pas Tutup

WASTED ROCKERS

Preserving Underground Music To Get It Sold Out

Champion Of Delay

the pains of being black at heart

Jumping Journey

my agenda my idea

%d bloggers like this: