“Wait Here”

Hai. Halo. Sudah lama tidak menulis sesuatu di sini. Jadi kali ini saya memutuskan untuk menulis. Demikianlah.
Singkat kata, tadi malam saya iseng-iseng kembali menonton salah satu film horror favorit saya, The Crazies. Film ini sendiri merupakan film remake dari film asli berjudul sama yang rilis sekitar tahun 70-an. Saya lupa tepatnya kapan. Saya tidak akan membahas mengenai film ini, melainkan akan membahas mengenai salah satu frase yang cukup sering muncul di film-film horror/thriller/sejenisnya.
1

Ya. Frase ‘stay here’, ‘wait here’, ‘stay there’, dan kerabatnya entah mengapa begitu kerap muncul di film-film horror/thriller/sejenisnya. Dan berdasarkan pengamatan saya, setiap kali frase-frase ini muncul, maka biasanya akan diikuti dengan sesuatu yang buruk yang terjadi kemudian. Semacam pola. Seringnya demikian.

2

Setiap kali suatu karakter berujar frase-frase tersebut di atas, pasti suatu musibah atau kejadian buruk akan terjadi di menit berikutnya dalam film-film horror/thriller/sebangsanya. Di film The Crazies sendiri, saya mendapati total ada empat kali kemunculan frase-frase tersebut yang seakan-akan menjadi pemicu munculnya adegan menegangkan pada scene berikutnya.

3

Lalu kemudian saya berpikir, mungkin frase ‘wait here’ ini akan cukup menarik jika diangkat menjadi judul film horror/thriller. Lalu saya mulai membayangkan rangkaian scene sebagai berikut:

Tersebutlah pasangan kekasih yang berusaha lari dari kejaran para zombie haus darah. Mereka berlari hingga akhirnya sampai di bandar udara. Singkat kata, pasangan kekasih tersebut berhasil lolos dari kejaran para zombie dan bersembunyi di toilet bandar udara. Saat itulah sang pria, yang kebetulan bisa menerbangkan pesawat kecil, memutuskan untuk mencari bantuan. Sang pria memegang wajah kekasihnya yang masih tampak shock lalu berbisik… “Wait here…”

[Saat sang pria berbisik ‘wait here’ judul film muncul di layar dengan font berukuran besar berwarna merah]

Seperti ini kira-kira…

Singkat kata, sang pria berhasil menemukan pesawat kecil dan berhasil menerbangkan pesawat meninggalkan kekasihnya yang menunggu di toilet bandar udara. Sang pria berhasil tiba di kota lain, beristirahat sejenak, menikmati makan siang di kedai makan, menginap di hotel, melamar pekerjaan sebagai manajer bank, berhasil mendapatkan promosi kenaikan jabatan, menikahi anak gadis pemilik bank, punya anak perempuan, dan hidup bahagia selamanya. Sementara itu, sang kekasih masih menunggu di toilet bandara, mulai menangis, menyesali keputusannya untuk menunggu sang kekasih, dan mulai rutin curhat (baik terang-terangan maupun terselubung) tentang betapa sakitnya ditinggal menikah oleh pria yang dicintainya di akun twitternya yang ‘hanya’ memiliki 8269 followers, termasuk tantenya yang selalu bertanya, “Kapan nikah?”.

4

Bagaimana? Cerita yang cukup horror, bukan?

Intinya, “wait here” is definitely one of the worst phrases yang kerap muncul, tidak hanya di film-film horror/thriller/sejenisnya, namun juga di kehidupan nyata.

Wah, sudah bedug subuh. Baiklah. Sekian melantur saya kali ini. Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya. Jangan kemana-mana. (((WAIT HERE)))…

 

See you at the next sign…

2 thoughts on ““Wait Here”

  1. HeruLS says:

    Stop calling me Wait Here.
    Just …
    stop it!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Perkedel Terbang

lihat perkedel saya nggak?

AGRARIA

Mesin kami terus berputar, namun tidak berdampak apa-apa.

perfectelle

Any painkiller has side effects. Use with cautions.

lux.

hello, this is svetlana speaking.

TIAN DAILY

when ears and eyes collabs

Kopi Manis Tanpa Gula

sepahit apapun itu, selalu ada manis di sana.

Opera Aksara

Kata adalah pengendali realita

Warung Masjaki

Buka 24 Jam Kecuali Pas Tutup

WASTED ROCKERS

Preserving Underground Music To Get It Sold Out

Champion Of Delay

the pains of being black at heart

Jumping Journey

my agenda my idea

%d bloggers like this: